Unjuk kenal salah sebuah Nagari di Tanjungnagara (Borneo)

 KERATON MATAN DI DAS HILIR PAWAN

Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya Era Kasultanan di Ketapang

 01

Oleh: M. Dwi Cahyono

Fenomena jamak yang pernah terjadi di berbagai daerah pasca hegemoni politik VOC di Nusantara (abad XVII M) adalah perpecahan kerajaan-kerajaan di daerah menjadi dua atau lebih, sebagai buah sukses strategi jitu kolonialis, yaitu “devide et impara”. Era ini merupakan kondisi terpuruk atau dekadensi mengenai eksistensi kerajaan lokal sebagai penguasa tunggal atas daerahnya.

Kondisi demikian tak terelakkan menimpa Kerajaan Tanjungpura/i di DAS Hilir Pawan, tepatnya di Desa Negeri Baru — sebelum tahun 1980-an bernama “Benua Lawas”, nama yang lebih tepat daripada “Negeri Baru”. Tanjungpura adalah satu diantara beberapa kerajaan di Kalimantan Barat yang cukup banyak diberitakan dalam sumber data tekstual Jawa, antara lain Kakawin Nagarakretagama, Pararaton, Kidung Harsyawijaya, Kidung Sunda maupun prasasti Kretarajasa bertarikh 1350 M. Kerajaan ini yang mengalami masa keemasan semasa dengan masa maharaja Hayam Wuruk hingga Wikramawarddhana inipun dipecah menjadi tiga, yang masing-masing diperintah oleh sultan-sultan yang berkerabat, yakni: (1) Kasultanan Matan, (2) Kasultanan Simpang Matan, dan (3) Kasultanan Tayan. Ketiganya berada di pesisir Selat Karimata.

Kasultanan Matan adalah yang konsisten untuk menempatkan keratonnya di DAS Hilir Pawan, yang kini berlokasi di wilayah Kecamatan Benua Kayong Kab. Ketapang Kalbar. Diantara ketiga keraton tersebut, kini hanya tinggal Keraton Matan yang secara arsitektur terbilang masih lestari, berkat upaya peduli dari Gusti Kamboja — yang menyadang gelar Pangeran Ratu Kertanegara — dan Institusi terkait untuk melakukan revitalisasi sejak tahun 1990-an. Walhasil, kini Ketapang memiliki Bangunan Cagar Budaya yang hadir lestari dan layak menjadi obyek wisata budaya daerah.

Semoga seni-budaya dan wisata di Ketapan bergegas bangun.
Salam budaya bhumiputra,
“Nuswantarajayati”.

Ketapang, 29 Juli 2016


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.