Potensi Kampung Cempluk

KREASI ALTERNATIF TOPENG CUMPRING : Pengayaan Khasanah Properti Kesenian Topeng Malang

01

Oleh : M. Dwi Cahyono dan Priyo Sunanto Sidhi

Tiga tahun lalu, kala penyiapan “Festival Kampung Cempluk”, teman saya dari Kalisongo (kang Yan) mengajak ke seorang pekriya (perajin) perintis di Kampung Cempluk, yang antara lain membuat kriya berbentuk topeng dari bahan clumpring bambu (pring) petung atau wulung — yang banyak tumbuh di sekitarnya. Clumpring boleh dibilang ‘limbah bambu’, yang sejauh ini belum banyak didayagunakan untuk bahan membuat sesuatu yang berarti.

02

Sebagai suatu alternasi, kreasi ini menarik dan penting atas beberapa alasan :

(1) pemanfaatkan limbah atau bagian terbuang dari bambu,

(2) memiliki muatan ekologis lokal,

(3) gayut dengan brand Malang sebagai “sentra topeng”, dan

(4) varian baru dalam khasanah pertopengan Malang.

Hal ini juga sejalan dengan munculnya alternasi-alterasi bahan untuk pembuatan topeng selain dari bahan dasar kayu, seperti fiber, bubur kertas, grajen, dsb. Oleh karena itu, topeng Clumpring terbuka kemungkinan untuk dijadikan:

(a) produk kriya alternatif,

(b) properti seni pertunjukan tari atau sendratari topeng.

Selain itu, clumpring dapat juga dijadikan sebagai bahan alternatif untuk busana unik yang arkhais dan etnis.

Sebagai upaya rintisan, perlu adanya kemitraan dengan para pihak berkompeten untuk :

(1) mendesain Topeng Clumpring sebagai produk kriya yang unik, menarik dan berkarakter, baik berkarakter klasik dengan mengadaptasi anasir topeng Malang ataupun karakter topeng baru;

(2) mengemas pertujukan tari atau sendratari berproperti Topeng Clumpring dan berunsur busana dari bahan clumpring. Sebagai sendratari, ada baiknya mengangkat cerita kesejarahan ataupun tradisi lokal Malang — sementara topeng Malang yang telah ada konsisten pada Cerita Panji.

03

Menghimbau kepada para pelaku seni kriya dan seni pertunjukan yang berkompeten untuk bersama-sama memitrai perajin rintisan Topeng Clumpring di Kampung Cempluk. Semoga kelak Topeng Clumpring Malang ini mampu hadir, baik sebagai produk seni kriya, seni pertunjukan maupun busana unik, yang mampu mengayakan khasanah seni-budaya Malang. Hal urgen yang perlu dicarikan solusinya untuk bahan clumpring adalah menghilangkan glugut yang menimbulkan rasa gatal dan sifatnya yang getas (mudah patah). Para kreator tentu memiliki sumbang saran yang tepat untuk itu. Matur sembah nuwun atas partisipasinya.

Semoga dapat menginspirasi para kreator.
Salam budaya,.
Nuwun.

Kirim Ulang, Sengkaling 12 Agustus 2016.


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.