Singhasari – Singharaja


LITERASI SINGHASARI DAN MITREKA BUDDHHAYA SINGHASARI-SINGARAJA

01

Oleh: M. Dwi Cahyono

02

Relasi historis Jawa-Bali telah terbangun setidaknya semenjak abad VIII Masehi, dan terus berlanjut hingga ke masa-masa sesudahnya. Tidak terkecuali pada Masa Singhasari (abad XIII Masehi). Bukan hanya dalam bidang poltik relasi itu terbangun, namun juga dalam bidang budaya. Jejak kemitraan yang di dalam konteks ini dinamai ‘Mitreka Bhuddhaya’ antara Singhasari dan Balidwipamandala didapati tak sedikit di wilayah Kabupaten Buleleng. Oleh karena itu cukup alasan untuk menyatakan bahwa Mitreka Buddaya Singahasari-Singaraja adalah ‘proses yang menyejarah’, dalam arti telah menempuh perjalanan sejarah yang panjang. Sayang sekali seiring dengan berlalunya masa dan perubahan main stream budaya di Jawa pasca abad XVI Masehi, memori tentang kemitrraan budaya antara keduanya kian terlupakan, sehingga dibutuhkan upaya untuk mengeskplorasi jejak historisnya dan selanjutnya dikuatkan lewat ‘sister city’ dalam bentuk spesifik, yaitu kemitraan antar (mitreka: mitra-ika) dalam bidang seni-budaya dan pariwisata.

03

Bersamaan dengan hajatan budaya bertajuk “Literasi Singhasari’, yang dihelat di Malang pada tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2016 bakal dideklarasikan kemitraan ‘dua negara singa’, yang dalam hal ini adalah antara Singhasari (simbolik untuk Kabupaten Malang) dan Singaraja (simbolik untuk Kabupaten Buleleng) dengan tajuk “Mitreka Buddhaya Singhasari-Singaraja’ di Pendopo Kabupaten Malang pada tanggal 29 September 2016. Deklarasi ini merupakan momentum budaya, yang kelak ditindak lanjuti di tahun-tahun berikutnya untuk bidang seni-budaya dan pariwisata. Pilihan bidang kemitraan yang demikian sesuai dengan realitas kedua kabupaten ini, yang sama-sama merupakan sentra peradaban di masa lampau dan daerah wisata di masa kini. Semoga kelanggengan dan buah manfaat hadir dalam jalinan persahabatan antar daerah ini, dan lebih dari itu bisa menjadi model kemitraan bagi daerah-daerah lain.

04

Semoga membuahkan makna.
Salam budaya ‘Nusantarajayati’.
Nuwun.

14 September 2016


Like it? Share with your friends!