MENYAPA NANDI PADA CANDI STHIRANGGA (GUNUNG WUKIR):

Patung Wahana Dewa Siwa Tertua di Nusantara

01

Oleh: M. Dwi Cahyono

Sejauh jejak ikonografi yang berhasil diketemukan, arca Nandi pada situs Candi Gunung Wukir (Sthirangga) di Dusun Canggal Desa Kaliluwih Kecamatan Salam Kabupaten Magelang adalah ‘arca Nandi tertua’ di Jawa’, malahan di Nusantara. Setidaknya telah dibuat pada sekitar tahun 732 Masehi — tarikh Prasasti Canggal. Sebagaimana lazimnya pada pola penempatan arca menurut lay out (tata letak) candi Hindu sekte Saiwa, arca Nandi ini pun ditempatkan di dalam garbagrha (bilik utama) Candi Perwara bagian tengah — kini tinggal komponen arsitektur batur dan kaki candinya, tepat di depan Candi Induk yang juga tinggal batur dan kaki candinya.

02

Menilik posisinya itu, arca Nandi ini masih in situ. Gambaran serupa dijumpai di Candi Perwara bagian tengah Candi Badut — kini di relokasi ke halaman candi sisi barat, dan pada masa yang sedikit lebih muda (medio abad IX M.) dijumpai pada Candi Nandi — sebutan untuk Candi Perwara bagian tengah, tepat di depan candi induk Siwa — di kompleks Candi Prambanan. Arca ini relatif bersahaja, yang tidak dilengkapi dengan genta (gantha) perunggu atau rangkaian klinthingan yang dikalungkan di lehernya.

Catatan: bandingkan dengan arca Nandi dari kawasan arkeologis Singosari — kini menjadi koleksi Museum Nasional Jakarta, yang digambarkan lebih kaya akan properti lembu sebagai wahana dewata, seperti rangkaian klinthingan dan pelana yang amat ornamentik.

03

Syukurlah kita masih berkesempatan untuk menjumpai arca Wahana Dewa Siwa dari periode Awal Mataram ini. Semoga arca berbentuk Lembu Jantan berpunuk tinggi dalam posisi bersimpuh (ndekem) di atas pedestal berbentuk persegi panjang dari batu andesit, yang hingga kini terbilang ‘masih utuh’ tersebut — hanya sepasang tanduknya yang telah rompal — senantiasa dalam kondisi lestari, dan menjadi media pembelajaran Sejarah Budaya Nusantara Masa Klasik. Marilah kita ‘sapa; jejak budaya luhur Nusantara kita ini dengan setidaknya mengunjunginya.

Salam buadaya ‘Mataramjayati”.
Nuwun.

PATEMBAYAN CITRALEKHA, 14 Oktober 2016


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.