Inmemoriam

 

SANG MAESTRO PENAPUK DI PADEPOKAN WAYANG TOPENG GLAGAHDOWO

Ibarat permainan sepak.bola, terdapat “trio penapuk (pemain wayang topeng)” yang hingga tahun1990~an dan awal 2000~an menjadi “penjaga gawang terakhir” Padepokan Wayang Topeng.tua Malang gagrak ‘Semeru-Tengger’ di Desa Glagahdowo Kecamatan Tumpang, yakni seniman rakyat pedesaan almarhum mbah: (1) Gimun, (2) Rasimun, dan (3) Jakimin. Konon mbah Jakimin piawi dalam melakonkan tokoh peran travesti.

Kini ketiganya telah tiada,.dan sebagaimana halnya dengan almarhum Mbah Karimun dari Padepokan Wayang Topeng Malang gagrak “Gunung Kawi” di Desa Kedungmonggo, ironisnya nyaris para maestro itu dilupakan oleh oleh khalayak. Khususnya oleh mereka yang bukan pelaku kesenian.tradisional.

Tahun 1990-an Yayasan Payung yang dimotori oleh almarhum Ratna Indraswari Ibrahim pernah membuat dokumentasi tentang Wayang Topeng Glagahdowo, yang sayang hasilnya belum sampai publish. Lydia Kieven dan dua rekan dari Museum di Jerman juga pernah mencermatinya pada awal tahun 2000~an. Demikian pula, penari komis Didik Nini Towok pun pernah ngangsu kawruh menari topeng Malang di Padepokan Glagahdowo, yang saat ini eksistensinya perlu uluran tangan.

Kini saatnya diterbitkan tulisan biografis, kontribusi peran dan.ulasannya, yang memuat perjalanan kreatif panjang dari para “maestro” Topeng Malang, mulai Kek Reni dan para almarhum lain serta beberapa orang yang kini telah udzur. Mohon kesedian.untuk berbagi info (data) biografis untuk masing~masing. Saya siap memitrainya. Perpusda atau Balitbangda Kab. Malang semestinya memberikan suport.

Berikut foto dua orang diantara tiga maestro penapuk dari Padepokan Glagahdowo hasil.pemotretan.Mas Yusuf. Sayang foto.Mbah Jakimin tak ada. Bagi yang memiliki foto tentangnya, mohon dibagi , agar diketahui publik.

15965100_1230937766942535_392391989885883419_n

15966162_1230937333609245_6782385641394463539_n

Terima kasih atas kontribusinya.
Salam.budaya, “Patapukan Malang Jayati”.
Nuwun.

M. Dwi Cahyono,
Patembayan Citralekha,
Sengkaling 12 Januari 2017

 


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.