Belajar pada perilaku wanara; Kera Banyak Akal, Aneka Cara Angkut Barang pada Relief “Ramayana” Candi Penataran


Kera disebut-sebut sebagai binatang yang “cerdik”. Tampak “banyak akal” Padahal, manusia secara sepihak mengklaim bahwa hanya manusia sajalah yang merupakan “makhluk berakal”. Pada relief ce- rita ” Ramayana” yang terpahatkan di Teras I candi induk Penataran (Palah), tepatnya di dalam kisah “Romo Tambak”, para kera pimpinsn Hanoman itu berkontribusi untuk mengambill bongkah-bongkah batu dan selanjutnya dibawa untuk dijadikan mate- al urug selat antara India Selatan dan Srilangka.

Pada fotofoto-foto mengenai panill relief tertelaah ini diperoleh gambaran memgenai ragam cara un- tuk mengangkut barang, yang dalam kisah ‘ Romo. Tambak” Ini adalah bongkah-bongkah batu maupun batu-batu ketakal. Paling tidak tergambarkan empat cara mengangkut barang, seperti : (a) memanggul, (b) membopong, (c) memikul, dan (4) mengungkit dengan batang kayu.

Semestinya, sebagai makhluk yang lebih mulia, manusia memiliki cara dan teknik yang jauh lebih canggih atau lebih cerdik daripada- nya, sehingga tidak muncul komentar “mosok kalah karo ketek’.
Ragam cara angkut barang yang demikian, khusus- nya barang yang berat, masih dipergunakan hingga kini. Adapun penerapannya, hendaknya diterapkan secara luas dan tepat sasaran. Sekali lagi jangan kalah cerdik dengannya, oleh karena manusia lebih berakal. kekunoan.com

Semoga tulisan ringkas ini bisa memberi kemanfaatan.

Nuwun.

Sangkaling, 14 November 2020
GrIyajar CITRALEKHA


Like it? Share with your friends!