PATEMBAYAN CITRALEKHA – Page 3 – Kumpulan Artikel Sejarawan Dwi Cahyono

  • PANDANGAN HIDUP DAN GERAKAN SAMIN DALAM KONTEKS EKO-SOSIO-KULTURA KALANG

    16 min

    Baca selengkapnya....
    Ngansu Kawruh Kalang Oleh : M. Dwi Cahyono A. Masyarakat Samin Masa Kolonial – Kini1. Makna istilah “Samin” dan “Surosentiko”1.1 Asal dan Makna Istilah “Samin”” Unsur sebutan “Samin” pada sebutan “warga, masyarakat, wong, ajaran, atau paseduluran Samin'” terkait dengan nama seseorang, yaitu Samin Surosentiko — ada pula yang membaca dengan “Surosentiko Samin”. Sejauh ini belum...
  • MENGAPA PERUT RSI AGASTYA “BUNCIT” ?

    2 min

    Baca selengkapnya....
    Oleh : Dwi Cahyono Sengaja judul tulisan ini berupa kalimat tanya, yaitu “mengapa perut Rsi Agastya buncit? “. Demikianlah kisah mitologis kuno yang melatarinya. Sumonggo disimak tulisan berikut. Walau semua orang punya perut, namun tidak senantiasa sama bentuknya. Ada orang yang berperut langsIng, namun tikak sedikit yang berperut “buncit”. Dalam istilah lokal Jawa, ada sebutan...
  • KESEJARAH DESA TAPAN : Permukiman Keagamaan di Sub-DAS Tengah Brantas Masa Hindu-Buddha

    6 min

    Baca selengkapnya....
    Oleh : M. Dwi Cahyono A. Paleo-ekologis Desa Kuno Tapan Sebagai sungai terpanjang ke-2 di Jawa Timur, Bhangawan Brantas melinrasi belasan daerah (kota dan kabupaten). Salah satu daerah yang dilintasi adalah Kabupaten Tulungagung. Sejak ujung timur wilayah di Kecamatan Rejotangan hingga penghujung utaranya pada Kecamatan Ngantru, bhangawan dengan total panjang 340 Km ini mengalir di...
  • MEMORIAM “SEKOLAH KARTINI” DI KOTA MALANG

    3 min

    Baca selengkapnya....
    Oleh : M. Dwi Cahyono Salah sebuah lingkungan (baca “kampung”) pada Kelurahan Bareng Kota Malang bernama ” Bareng Kartini”. Unsur nama “Kartini” pada kampung itu memiliki latar historis, yang berkenaan dengan Sejarah Persekolahan di Malang, bahkan Sejarah Pendidikan di Indonesia se Masa Hindia-Belanda, yakni kehadiran sekolah-sekolah dengan nama “Kartini School’. Inisiator Sekolah Kartin, yakni sekolah...
  • LATAR MITOLOGIS CATURMUKA BRAHMA

    3 min

    sejarawan dwi cahyono kekunoan.com
    Baca selengkapnya....
    Ketika Sang Pencipta Terpesona pada Benda Ciptaannya Oleh : M. Dwi Cahyono A. Dewi Suprabha, Widyadari Tercantik Secara ikonografis, arca Dewa Brahma terbilang mudah untuk diidentifikasikan. Laksana (ciri khusus kedewataan)-nya berupa empat (catur) buah mukha (muka). Oleh karena itu, Brahma acap memperoleh sebutan “Hyang Caturmukha”. Dalam pantheon (sistem kedewataan) Hindu bukan hanya Dewa Brahma yang...
  • NGUNDUH WOHING PAKARTI = KARMAPHALA

    2 min

    Baca selengkapnya....
    Edisi “Mata Hati” Oleh : M. Dwi Cahyono Perumpaan bisa menggunakan contoh ilustrasi apapun. Pohon pun acap dijadikan contoh ilustrasi dalam perumpamaan. Salah satu bagian dari pohon yang dijadikan sebagai bahan perumpamaan itu adalah buahnya. Tidak serta-merta suatu pohon menghadilrkan buah. Tergantung pada bagaimana pohon itu ditanam, dirawat, hingga pada akhirnya menghasilkan buah. Bila ditanam...